Home Sejarah

Sejarah

SEJARAH KODIM 0621/KAB. BOGOR

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Allat SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya pengantar tentang sejarah singkat Kodim 0621/Ka. Bogor dapat diselesaikan, di mulai dari pengumpulan data ataupun informasi yang didapat, yang dimulai dari pembentukan, proses redaksi dan editor hingga menjadi sebuah informasi tentang sejarah singkat berdirinya Kodim 0621/Kab. Bogor.

Sejarah singkat Kodim 0621/Kab. Bogor disusun secara sistimatis mulai dari sejarah Nasional, sejarah Korem 061/Sk dan sejarah Kodim 0621/Kab. Bogor itu sendiri, yang disampaikan secara lugas agar mudah dimegerti oleh pembaca.

Sejarah singkat Kodim 0621/Kab. Bogor ini masih banyak kekurangan karena sumber-sumber data dan informasi yang terbatas, namun keterbatasan tersebut tidaklah menjadi penghalang bagi kami untuk dapat menyuguhkan atau menyampaikannya kembali tulisan yang tertuang dalam sejarah singkat Kodim 0621/Kab. Bogor di artikel ini.

Kami bertierima kasih kepada nara sumber yang telah banyak membantu kami dalam pengumpulan data dan informasi tentang sejarah terbentuknya Kodim 0621/Kab. Bogor, hingga kami dapat menyusun dan menjadikan tulisan ini sebagai artikel sejarah Kodim 0621/Kab. Bogor di Website Kodim 0621/Kab. Bogor.

Kiranya demikian sebagai pengantar dari kami, mohon dimaklumi atas segala kekurangan dari tulisan ini, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

 

Penulis

Ujang Supriyatna
Serma/21970029551176

SAMBUTAN DANDIM 0621/KAB. BOGOR

LETKOL INF NOVI RUBADI SUGITO

 

Sebagaimana insan yang bertaqwa dan beriman, marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan ridhonya kita diberi kekuatan lahir dan batin, sehingga kita memiliki semangat kebersamaan yang tinggi dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saya menyambut gembira dengan tersusun dan tertulisnya Artikel tentang sejarah Kodim 0621/Kab. Bogor yang menjadi salah satu artikel penting dalam tampilan Website Kodim 0621/Kab. Bogor, yang memiliki peran nilai kontribusi positif bagi peningkatan kreatifitas dan kemajuan satuan ini kedepan yang mengarah pada profesionalisme prajurit Kodim 0621/Kab. Bogor.

Saya pribadi beserta seluru warga Kodim 0621/Kab. Bogor menyampaikan salam hormat kepada perintis/sesepuh satuan dan semua pihak yang telah mendukung darma bakti guna meningkatkan kemajuan dan profesionalisme satuan ini untuk mendukung demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indoneisa.

Dengan ditulisnya sejarah singkat Kodim 0621/Kab. Bogor ini merupakan wahana yang efektif untuk menumbuhkan kembangkan semangat jiwa korsa serta memelihara nilai-nilai kebersamaan, selain itu hendaknya juga dapat dijadikan momentum untuk senantiasa mawas diri dan evaluasi atas segala pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara, sekaligus menumbuhkan tekad untuk mengoptimalkan tercapainya pelaksanaan tugas yang akan datang.

Demikian sambutan saya semoga dengan ditulisnya artikel sejarah singkat Kodim 0621/Kab. Bogor ini bisa memberi manfaat bagi kita semua. Amiin...

 

*Komandan Kodim 0621/Kab. Bogor
Letkol Inf Novi Rubadi Sugito

SEJARAH SINGKAT KODIM 0621/KAB. BOGOR

BAB I

PENDAHULUAN

 

Diantara prasasti-prasasti yang ditemukan di Bogor, tentang kerajaan-kerajaan yang silam, salah satu prasasti tahun 1533, menceritakan kekuasaan Raja Prabu Surawisesa dairi Kerajaan Pajajaran.  Salah satu kerajaan yang paling berpengaruh di pulau Jawa.  Prasasti ini dipercaya memeliki kekuatan gaib, keramat dan dilestarikan hingga sekarang.

Pakuan yang merupakan Ibu Kota pemerintahan Pajajaran diyakini terletak di Kab. Bogor, dan menjadi pusat pemerintahan Prabu Siliwangi (Sri Baduga Mahara Ratu Haji I Pakuan Pajajaran) yang dinobatkan pada 3 Juni 1482.  Hari penobatannya diresmikan sebagai hari jadi Bogor pada tahun 1973 oleh DPRD Kabupaten dan Kota Bogor, dan diperingati setiap tahunnya sebagai hari jadi Bogor hingga saat ini.

Zaman kolonial Belanda setelah penyerbuan tentara Banten, catatan mengenai Kab. Pakuan hilang, dan baru ditemukan kembali oleh ekspedisi Belanda yang dipimpin oleh Scipio dan Riebeck pada tahun 1687.  Mereka melakukan penelitian atas Prasasti Batutulis dan beberapa situs lainnya, dan menyimpulkan bahwa pusat pemerintahan Kerajaan Pajajaran terletak di Kab. Bogor.

Pada tahun 1745, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff membangun Istana Bogor, seiring dengan pembangunan Jalan Raya Daendles yang menghubungkan Batavia dengan Bogor.  Bogor direncanakan sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal.  Dengan pembangunan-pembangunan ini wilayah Bogor pun mulai berkembang.

Setahun kemudian, Van Imhoff menggabungkan sembilan distrik (Cisarua, Pondok Gede, Ciawi, Ciomas, Cijeruk, Sindang Barang, Balubur, Dramaga dan Kampung Baru) kedalam satu pemerintahan yang disebut Regentschap Kampung Baru Buitenzorg. Di kawasan itu Van Imhoff kemudian membangun sebuah Istana Gubernur Jenderal.   Dalam perkembangan berikutnya, nama Buitenzorg dipakai untuk menunjuk wilayah Puncak, Telaga Warna, Megamendung, Ciliwung, Muara Cihideung, hingga puncak Gunung Salak dan Gunung Gede.

Ketika VOC bangkrut pada awal abad-19, wilayah nusantara dikuasi oleh Inggris dibawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Thomas Rafless yang merenovasi Istana Bogor dan membangun tanah disekitarnya menjadi Kebun Raya (Botanical Garden).  Dibawah Rafless, Bogor juga ditata menjadi tempat peristirahatan yang dikenal dengan nama Buitenzorg yang diambil dari nama salah satu spesies palem.

Kemudian setelah pemerintahan kembali kepada pemerintah Belanda pada tahun 1903, terbit Undang-Undang Desentralisasi yang menggantikan sistem pemerintahan tradisional dengan sistem administrasi pemerintahan modern, yang menghasilkan Gemeente Buitenzorg.  Pada tahun 1925, dibentuk Provinsi Jawa Barat (Provincie West Java) yang terdiri dari 5 Karesidenan, 18 Kabupaten dan Kab. Praja (Stadsgemeente).

Selanjutnya zaman Jepang pada masa pendudukan Jepang pada tahun 1942, pemerintah Kab. Bogor menjadi lemah setelah pemerintah dipusatkan pada tingkat Karesidenan.  Dan pada pasca kemerdekaan pada tahun 1950, Buitenzorg menjadi Kab. Besar Bogor yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 16 tahun 1950.  Pada tahun 1957, nama pemerintahan diubah menjadi Kab. Praja Bogor, sesuai Undang-Undang nomor 1 tahun 1957 Kab. Praja Bogor berubah menjadi Kab. Madya Daerah Tingkat II Bogor, dengan Undang-Undang no 18 tahun 1965 dan Undang-Undang nomor 5 tahun 1974.

 

BAB II

SEKITAR PEMBENTUKAN KODIM 0621/KAB. BOGOR

 

A.  Latar Belakang Pembetukan Kodim 0621/Kab. Bogor.

Yang melatar belakangi pembentukan adanya Kodim 0621/Kab. Bogor yaitu pada tahun 1940 sampai dengan tahun 1942.  Bangunan Korem sekarang digunakan sebagai Sekolah Teknik, selanjutnya pada tahun 1942 sampai dengan tahun 1945 digunakan tempat Residen (Shecokang).  Kemudian Indonesia merdeka selanjutnya bangunan tersebut dipakai pada tahun 1950 digunakan sebagai Kantor Kab. Madya Bogor, kemudian melihat strategi yang cukup baik dari Walikab. Bogor dengan alasan dekat dengan Istana Bogor, akhirnya dilakukan ruslag dengan Kantor Korem 061/Sk yang berada di Jl. Ir. H. Juanda pada tahun 1971, dan selanjutnya kantor Korem 061/Sk berpindah ke Jl. Merdeka No. 6 Kel. Caringin Kec. Bogor Tengah Kab. Bogor dengan letak Astronomi 106º 47" 18"BT 06º 35' 14"LS.

Untuk penataan strategis militer yang baik maka dilakukan pemecahan Kodim 0621 pada tahun 1979 oleh Ajudan Jenderal Korem 061/Suryakancana, selanjutnya dipecah menjadi 2 yaitu Kodim 0621/Kab. Bogor dan Kodim 0621/Kabupaten Bogor, dengan tujuan mempermudah koordinasi dengan instansi samping, mempermudah pemantauan intelijen serta mempercepat pemantauan atau monitoring apabila ada aksi intelijen dari dalam ataupun dari luar.

Pradigma penyelenggaraan Kodim 0621 didasarkan mulai pembaharuan mekanisme perencanaan pembangunan daerah dengan melibatkan semua unsur masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaan, menciptakan situasi kondusif melalui terselenggaranya informasi politik sehat, mendorong berkembangnya daerah, meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat melalui kinerja aparat yang bersih dan terbuka.

Situasi keamanan di Kodim 0621/Kab. Bogor aman dan terkendali, sehingga aktivitas pemerintahan dan masyarakat dapat berjalan dengan baik.  Ancaman keamanan/terorisme dapat dikendalikan dengan bekerjasama dengan instansi terkait lainnya,  Namun demikian aparat kemanan tetap melakukan kewaspadaan terhadap ancaman yang dapat menggannggu situasi dan keamanan di Kab. Bogor.

 

B.   Pemrakarsa.

Pemrakarsa dari pembentukan Komando Distrik Militer adalah Ajudan Jenderal Komando Resor Militer Suryakancana, selanjutnya pada tahun 1979 dibentuklah Kodim 0621/Kab. Bogor.

 

C.  Pembentukan.

Komando Distrik Militer 0621/Kab. Bogor dibentuk pada tahun 1979 yang awalnya berkedudukan di Jl. Ir. H. Sudirman No. 33 Kel. Pabaton Kec. Bogor Tengah Kab. Bogor Provinsi Jawa Barat dengan letak astronomis 106º 47" 48"BT 06º 35' 12"LS, yang dibatasi sebelah Utara Museum Peta, Sebelah Timur Jl. Sudirman, Sebelah Selatan Pertokoan dan Panti Asuhan Bina Harapan, Sebelah Barat pemukiman penduduk, dengan luas bangunan 108,18 M² dengan luas tanah 3.182,55 M² dan status tanah kepemilikan TNI-AD Kodim 0621/Kab. Bogor.

 

D.  Keadaan Pada Saat Dibentuk.

Adapun keadaan saat dibentuk Kodim 0621/Kab. Bogor dipimpin pertama kali oleh Ltkol Inf Karsono, dan pada saat otu Makodim 0621/Kab. Bogor masih berada di Jl. Ir. H. Sudirman No. 33 Kel. Pebaton Kec. Bogor Tengah Kota Bogor Provinsi Jawa Barat.  Situasi kondisi saat itu Kab. Bogor belum begitu kondusif serta penduduk Kab. Bogor yang relative masih sedikit serta maraknya pelaku kejahatan yang dilakukan oleh segerombolan orang-orang yang mengaku akan mendirikan negara Islam di Indonesia, dan mereka apabila siang hari akan bersatu dengan masyarakat dan apabila malam hari akan menjadi gerombolan sparatis yang selalu mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, karena menghadapi kondisi yang tidak kondusif serta masyarakat yang resah sehingga kepercayaan masyarakat kurang baik kepada pemerintah, oleh karena itu perlu dibentuk Kodim.

 

BAB III

UNSUR PIMPINAN

 

E.  Pejabat Dandim.

1.    Letkol Inf Karsono priode 1979-1980.

 

 

 

2.    Letkol Inf A. Affifudin Thaid priode 1980-1981.

 

 

 

3.    Letkol Inf Agus Syam priode 1981-1985.

 

 

 

4.    Letkol Inf Hari Sabarno priode 1985-1986.

 

 

 

5.    Letkol Inf Achmad WS priode 1986-1990.

 

 

 

6.    Letkol Inf Sudjiman priode 1990-1992.

 

 

 

7.    Letkol Inf Endi Suhendi priode 1992-1993.

 

 

 

8.    Letkol Inf Samidjan priode 1993-1995.

 

 

 

9.    Letkol Inf Agus Mulyadi priode 1995-1996.

 

 

 

10.  Letkol Inf Widji Utomo priode 1996-1998.

 

 

 

11.  Letkol Inf Misjan Anang Sutisna, S.IP priode 1998-2001.